Salah satu ciri yang membedakan islam
dengan yang lainnya adalah ilmu. Dalam Al Qur'an dan Hadits Rosulullah
SAW mengajak kaum muslimin untuk mencari dan mendapatkan ilmu sehinnga
dengan barokah dan kearifannya dapat membawa kaum muslimin pada derajat
yang tinggi. Sebagaimana Firman Allah yang tercantum dalam QS. Mujadalah : 11 :
. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ
اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ
الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Namun
seiring berkembangnya zaman, ilmu seakan-akan terpecah antara imu dunia
(umum) dan ilmu Akhirat (agama). Semakin surut orang yang mau
mempelajari ilmu tentang islam contoh saja Bahasa Arab, mereka
menganggap Bahasa Arab itu sangat susah sehingga mereka menjauhinya
padahal jika mereka beragama islam, Bahasa Arablah bahasanya. Banyak
dari mereka mencari ilmu, namun tujuannya berbeda. Banyak orang mencari
ilmu hanya untuk kehidupan dunia misalnya "Aku harus sekolah biar dapat
gelar, dan aku bisa bekerja sesuai keinginanku". Memang hal seperti itu
sepele namun pada hakikatnya mereka telah menjauh dari tujuan mencari
ilmu yaitu "Mencari ilmu untuk mencari ridho Allah SWT dan Menghilangkan
kebodohan". Dan untuk masalah pekerjaan dan rizqi itu suadah kehendak
Allah dan manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha (salah satunya dengan
mencari ilmu dengan niat yang sesuai).
Maka dari itu, digariskan
bahwa titik tolak atau motivasi pencari ilmu, tujuan akhir dan
pemanfaatannya harus karena Allah SWT. Dan juga dapat disimpulkan bahwa
seluruh ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum merupakan sarana untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT sehinnga ilmu itu suci. Kesucian
tersebut tidak bersifat instrinsik sebab bidang ilmu salam tidak menjadi
alat thagut (selain Allah), maka ilmu tersebut adalah sarana pencerahan
dan sebaliknya ilmu dapat menggelapkan dalam artian menjauhkan diri
dari Allah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar